Sabtu, 13 Februari 2010

Gunakan lima sebelum datangnya lima

GUNAKAN LIMA PERKARA
SEBELUM DATANG YANG LIMA
Ridjaluddin.F.N
Allah menjadikan hidup dan kehidupan ini, bukanlah main-main dan tidak pula sia-sia. Kehidupan ini, harus di kelola dan diisi dengan yang sebaik-baiknya agar manusia tidak tergolong orang-orang yang merugi dan celaka. Ibarat sawah ladang, dunia harus dikelola dan tempat bertanam yang hasilnya akan dipetik di akhirat nanti. Jika amal kebaikan yang ditanam maka akan memetik buah pahalanya, sebaiknya jika kejahatan yang di tanam dan dilakukan, maka dosa dan siksa yang akan diterima sebagai balasannya. Oleh sebab itu, marilah gunakan kehidupan ini dengan sebaik-baiknya untuk melakukan kebaikan dan amal saleh. Perhatikan sabda Nabi Muhammad Saw;
“ Ightanim khamsan qabla khamsin hayaataka qabla mautika wa sihhataka qabla saqomika wa faraakhaqa qabla syughlika wa syababaaka qabla haramika wa ghinaaka qabla fakrika”, yang artinya ;
“Gunakan (carilah keberuntungan) pada yang lima sebelum datang yang lima, masa hidupmu sebelum datang masa matimu dan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu; masa mudamu sebelum datang masa tuamu; dan masa kayamu sebelum jatuh miskinmu." (HR. Bukhari)
Melalui hadits tersebut Nabi Muhammad Saw, berpesan kepada seluruh umatnya agar benar-benar memanfaatkan dan mendaya fungsikan lima hal sebelum kedatangan yang lima, yaitu :

Pertama : Kesempatan hidup yang di anugerahkan oleh Allah kepada kita ini, marilah digunakan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal saleh, diisi dengan aktifitas yang bernilai ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ibadah yang berdimensi sosial kemasyarakatan. Jangan sampai menyesali ketika ajal datang menjemput, dengan meminta kepada Allah Saw agar dikembalikan untuk hidup lagi, walau barang sebentar saja, hanya untuk sekedar beramal saleh dan menginfakkan seluruh harta yang dimilikinya. Padahal ketika ajal telah tiba, tak bisa di undur dan tidak pula dimajukan walau barang sebentar saja, seperti do’a kita :

“Ya Tuhanku, mengapa engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang sebentar saja, supaya aku sempat bersedekah”

“Dan Allah sama sekali tak akan menangguhkan kematian seseorang apabila telah datang kematian. Dan Allah mengenal apa yang kau kerjakan”

Kemanapun kita berlari untuk sembunyi, sekalipun sedang dikelilingi oleh tim dokter ahli dengan peralatan teknologi yang paling mutakhir, bila saat kematian telah tiba, pastilah akan terjadi saat itu juga. Karenanya gunakan kesempatan hidup ini dengan sebaik-baiknya, untuk beribadah dan beramal saleh demi mencari keridhaan Allah.

Kedua : Pesan Nabi yang kedua adalah agar menjaga kesehatan dan menggunakannya untuk taat dan mengabdi kepada Allah. Memperbanyak aktivitas kesalehan dan beribadah kepada-Nya, sebab bila terserang penyakit atau dalam keadaan sakit, maka tentu kesempatan untuk beribadah dan beramal saleh, akan terganggu atau bahkan tidak bisa dilakukan sama sekali, karena kondisi yang sangat lemah dan kritis. Kesehatan adalah anugerah Tuhan yang sangat besar, namun banyak manusia yang tidak menyadarinya, dia baru tersadar, ketika telah ditimpa sakit.

Ketiga: Masa luang, sebenarnya merupakan kesempatan emas untuk digunakan melakukan aktifitas kesalehan dan beribadah. Jangan sampai ada kesempatan yang terbuang percuma, karena Tuhan tidak menjadikan hidup ini sia-sia dan tidak pula main-main. Karena pentingnya waktu bagi kehidupan manusia, Allah dalam banyak ayat al-Qur'an bersumpah dikaitkan dengan waktu, seperti :

“Wal Ashr” "Demi waktu Ashar"; Wal Laily "Demi waktu Malam"; Wad Dhuha "Demi waktu Dhuha"; Wal Fajri, “Demi Waktu Fajar, dan lain sebagainya.

Apabila manusia tidak mau mengisi dan memanfaatkan waktu dengan beramal saleh dan berbagi amal kebaikan lainya, tentu ia akan tergolong sebagai orang yang merugi.

Keempat : Masa muda merupakan masa yang baik, karena pada masa ini kondisi fisik masih prima, penuh dengan daya kreasi dan ide-ide segar, utamanya masa ini hendaklah digunakan untuk mempersiapakan diri dengan berbekal ilmu pengetahuan dan keahlian, sehingga benar-benar telah memiliki kesiapan untuk menerima tongkat estafet perjuangan generasi tua yang telah uzur.

Kelima : Kekayaan juga merupakan anugerah dari Allah Swt yang harus digunakan dan nafkahkan sesuai dengan keinginan Tuhan yang memberi kekayaan itu. Jangan sampai kita menutup kran kenikmatan yang telah dianugerahkan Allah buat orang-orang fakir miskin, anak-anak yatim dan obyek-obyek lain untuk memperjuangkan agama Allah.
Berdo’lah kepada Allah. Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada manusia, sehingga mampu mengisi sisa hidup ini dengan kebaktian, memperbanyak ibadah dan amal saleh, sehingga benar-benar menjadi orang-orang yang beruntung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar